Kota Jayapura - NAITA adalah tradisi budaya masyarakat adat mengambil cacing laut dari kampung Kayo Batu, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Prosesi menimba cacing laut ini dilakukan sekali dalam setahun bertepatan dengan bulan purnama penuh, antara Oktober hingga November, dan dilaksanakan dengan ritual adat masyarakat kampung Kayo Batu.
Tokoh adat masyarakat kampung Kayo Batu, Bpk Niko Makanuay mengatakan sebelum melakukan NAITA ini harus ada ritual wajib dengan syarat tertentu, dengan lantunan nyanyian adat.
"Kalau orong tua kami dulu sebelum mengambil cacing laut ini tidak boleh melakukan hubungan suami-istri, syarat lainnya tidak boleh ada masalah keluarga, istri dalam keadaan hamil dan harus memiliki hati yang bersih".Ujarnya
Cacing Laut sendiri memilki banyak manfaat dengan kandungan protein dan vitamin yang baik. Untuk masyarakat dikampung Kayo Batu, cacing laut biasanya diolah dengan direbus dengan bumbu, atau dicampur dengan sagu dan kelapa atau dicampur dengan sayur dan lain-lain.
Menjaga tradisi budaya ini, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Kemerinterian Kebudayaan Republik Indonesia BPK Wilayah XXII, akan melaksanakan FESTIVAL PORT NUMBAY "Explore Kayo Batu" pada tanggal 7-11 Oktober 2025. FPN kali ini mengangkat tema Yeoya One Muema Tahi Muene Rjai yaitu merajut budaya diatas pasir dan laut.
Plt.Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Richard J.Nahumury, S.IP.,M.Si mengatakan, Festival Port Numbay ini adalah sarana promosi destinasi wisata, melestarikan tradisi dan budaya masyarakat adat, serta menggali potensi ekonomi kreatif bagi masyarakat dikampung-kampung.
"Tahun ini kami selenggarakan dikampung Kayo Batu, sebelumnya dikampung Yoka, kami berharap Festival ini dapat bermanfaat bagi masyarakat tidak hanya dikampung tapi juga bagi seluruh masyarakat diKota Jayapura, selain itu ini merupakan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Jayapura dalam memajukan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diPort Numbay" Ujarnya.
Lanjut Richard, Festival Port Numbay Explore Kayo Batu ini berfokus pada budaya dan tradisi adat, sport tourism, kuliner UMKM, kriya, games competion, serta tour wisata bukit tuacamoho, tanjung bribo, pantai swalo dan masih banyak hal lain menarik termasuk hiburan dari sanggar dan performa musik.
Share This News