• info@disparkotajayapura.id
  • (0967) 583001
News Photo

MENGENAL TELAGA TERSEMBUNYI DIKAMPUNG DI SKOUW YAMBE

Kampung Skouw Yambe selama terkenal dengan pantainya yang membentang sepanjang kurang lebih 5 km, menjadi habitat penting bagi penyu yang datang bertelur, serta memiliki berbagai keindahan alam lain seperti tanjung, goa, dan konservasi penyu yang berlangsung secara aktif di wilayah ini.

‎Meskipun Skouw Yambe lebih dikenal dengan pesisir pantainya, kampung ini menyimpan potensi wisata alam lain termasuk telaga yang sering menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan air tawar di tengah kampung.

‎Telaga di Skouw Yambe terletak di kawasan yang lebih tenang, menawarkan suasana asri dan sejuk yang berbeda dengan keindahan pantai. Terdapat dua telaga, yaitu telaga perempuan (kecil) dan telaga laki-laki (besar).

‎Keunikan telaga di Skouw Yambe adalah letaknya yang masih alami dan jarang tersentuh pembangunan masif. Telaga menjadi tempat beraktifitas masyarakat sekitar untuk kegiatan budaya maupun rekreasi, serta menjadi habitat bagi fauna air tawar lokal.

‎Keberadaan telaga ini melengkapi ekosistem di kampung yang kaya akan kehidupan laut dan darat sehingga menjadi destinasi wisata yang lengkap dari sisi alam dan budaya.

‎Pengembangan kawasan Skouw Yambe, termasuk pengelolaan dan pelestarian telaga serta konservasi satwa seperti penyu, menjadi fokus utama pemerintah Kota Jayapura guna meningkatkan potensi pariwisata dan kesejahteraan masyarakat setempat.

‎Program pelatihan masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak diupayakan untuk menjadikan Skouw Yambe sebagai kawasan wisata terpadu dengan fasilitas edukasi, rekreasi, dan konservasi lingkungan yang lestari.

‎Keindahan alam yang kaya dan keberadaan telaga serta pantai yang memikat, Skouw Yambe menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kesejukan alam Papua dan memahami budaya lokal melalui pengalaman langsung di lokasi.

‎Sejarah Telaga Skouw Yambe

‎Kampung Skouw Yambe memiliki sejarah panjang yang sangat kaya dan erat kaitannya dengan keberadaan lima suku asli yang mendiami wilayah tersebut sejak abad ke-15. 

‎Kampung ini awalnya terdiri dari dua kampung utama yaitu Tetangwe dan Tehupa yang kini dikenal sebagai Skouw Yambe dan Skouw Sae. Seiring waktu, suku-suku ini mengalami berbagai konflik dan perjanjian yang membentuk pembagian wilayah yang tetap hingga sekarang.

‎Skouw Yambe juga menjadi tempat penting pada masa masuknya Injil di pesisir pantainya pada tahun 1914 yang menandai perubahan besar dalam kehidupan masyarakat lokal. Sejarah tersebut meliputi perjuangan dan benturan antar suku yang menjadikan wilayah Skouw termasuk telaganya sarat nilai historis dan sosial yang mendalam bagi masyarakat.

‎Makna Budaya Telaga Skouw Yambe

‎Telaga di Skouw Yambe tidak sekadar sebagai lokasi alam biasa, tetapi menyimpan makna budaya dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat lokal.

‎Telaga kerap dijadikan tempat untuk pelaksanaan ritual adat dan kegiatan budaya yang berkaitan dengan penghormatan terhadap leluhur dan alam. Keberadaan telaga sebagai sumber air segar sangat krusial bagi kehidupan sehari-hari dan sebagai simbol kehidupan yang lestari.

‎Dalam budaya masyarakat Skouw, menjaga kelestarian telaga merupakan bagian dari kewajiban adat untuk menghormati alam dan menjamin keberlangsungan hidup generasi yang akan datang. Festival dan upacara adat yang melibatkan telaga menjadi sarana memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya warga Skouw Yambe.

Share This News

Comment

SIKAP - Sistem Informasi Karya Kreatif Anak Port Numbay